UnitPerumahan Griya Citra Harmoni Kode listing : PB474 Spesifikasi & Keunggulan : Komplek semi cluster Berada di kawasan pemukiman Akses pinggir jalan raya 15 menit dr kampus Unand 10 menit dr kampus Unbrah & UBH 10 menit dr RS.Sitirahmah 7 menit dr Jl. Raya Bypass 7 menit dr Balai Kota Padang Kawasan daerah tinggi kota Padang Bebas Banjir Desain Minimalis modern Luas bangunan mulai dr 44
Berikutadalah daftar nama dan alamat perusahaan di Padang Sumatera Barat yang bergerak dalam berbagai sektor industri manufaktur & perdagangan. Baik itu kantor perusahaan swasta maupun BUMN yang ada di Sumatera Barat Sinar Sosro cabang Padang Kantor pemasaran teh Sosro di Jalan By Pass KM. 17, Koto Panjang Ikua, Koto Tangah, Kota Padang
TempatWisata Di Padang 1. Museum Adityawarman. Museum ini diresmikan pada tanggal 16 Maret 1977 dengan nama Adityawarman yang adalah salah seorang raja Malayapura pada abad ke 14. Museum yang bentuk bangunannya menyerupai Rumah Gadang ini mempunyai berbagai koleksi yang telah dibagi menjadi 10 jenis. berjalan-jalan di sekitar Kampung Cina
JalanSutan Sjahrir. Nama besar dari Padang Panjang, Sutan Sjahrir, juga diabadikan di sebuah jalan di luar negeri. Perdana Menteri Indonesia dan pendiri Partai Sosialis Indonesia itu menjadi nama jalan di Leiden, Belanda. Sjahrirstraat berada di dekat Gandhistraat dan tak jauh juga dari Martin Luther Kingpad. Kemudian ada Sjarirsingel di Gouda
AirTerjun Tiga Tingkat adalah tempat wisata yang sangat cocok bagi penggemar wisata alam dan petualangan. 2. Museum Adityawarman. Museum Adityawarman. Museum Adityawarman adalah museum yang paling terkenal di kota Padang. Museum yang dibangun pada tahun 1974 ini selain sudah menjadi ikon kota Padang, juga sudah menjadi salah satu tempat wisata
Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Padang, kita menyambut baik penetapan nama Jalan Jaksa Agung R Soeprapto yang berada di ruas jalan utama Kota Padang ini. Nama beliau (R Soeprapto) memang pantas dijadikan sebagai nama jalan karena telah berjasa bagi bangsa dan negara selaku perintis reformasi hukum di Tanah Air pada era1950-an," kata Hendri, Ahad (24/7/2022).
KedaungKali Angke, Cengkareng. Kota Jakarta Barat 11710. Zone : Cengkareng dan Jalan di Cengkareng. Whats Nearby Within Jalan Panjang. 7. Jalan Panjang. Kel. Kedoya Utara, Kebon Jeruk. Kota Jakarta Barat 11520.
Nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tiba-tiba menjadi pembicaraan hangat di kalangan warga Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar). Pasalnya, nama menteri pertahanan tersebut diusulkan menjadi nama jalan di kawasan tersebut.. Usulan tersebut disampaikan tokoh masyarakat setempat, lantaran Calon Gubernur Sumbar Nasrul Abit
Namajalan yang berganti tersebut Jalan Raden Saleh ke Jalan Jaksa Agung R Soeprapto. Jalan yang berada di Kecamatan Padang Barat, Kota Padang tersebut berganti bertepatan pada peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-62, Jumat (22/7/2022). Menurut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatra Barat (Sumbar), Yusron, Jalan Raden Saleh yang berganti nama
JalanJenderal Sudirman, Padang. Jalan Jenderal Sudirman adalah salah satu jalan utama di Kota Padang yang berada di antara perbatasan Kecamatan Padang Timur dengan Kecamatan Padang Selatan. [1] Nama jalan ini diambil dari nama salah seorang perwira tinggi militer Indonesia yang berjuang dengan melakukan perlawanan gerilya selama masa revolusi
pS7vhb1. 1. Jalan Padang Kel. Pasar Manggis, SetiabudiKota Jakarta Selatan 12970 Zone Tebet dan Jalan di Tebet Whats Nearby Within Jalan Padang 2. Jalan Padang Kel. Manggarai, TebetKota Jakarta Selatan 12850 Zone Tebet dan Jalan di Tebet Whats Nearby Within Jalan Padang 3. Jalan Padang Kel. Manggarai, TebetKota Jakarta Selatan 12850 Zone Tebet dan Jalan di Tebet Whats Nearby Within Jalan Padang 4. Jalan Padang Kel. Menteng, MentengKota Jakarta Pusat 10310 Zone Tebet dan Jalan di Tebet Whats Nearby Within Jalan Padang 5. Jalan Padang Dalam Kel. Menteng Atas, SetiabudiKota Jakarta Selatan 12960 Zone Setiabudi dan Jalan di Setiabudi Whats Nearby Within Jalan Padang Dalam 6. Jalan Padang Golf Kel. Halim Perdanakusuma, MakasarKota Jakarta Timur 13510 Zone Makasar Jakarta dan Jalan di Makasar Jakarta Whats Nearby Within Jalan Padang Golf 7. Jalan Padang Golf Kel. Halim Perdanakusuma, MakasarKota Jakarta Timur 13510 Zone Makasar Jakarta dan Jalan di Makasar Jakarta Whats Nearby Within Jalan Padang Golf 8. Jalan Padang Golf Kel. Halim Perdanakusuma, MakasarKota Jakarta Timur 13510 Zone Makasar Jakarta dan Jalan di Makasar Jakarta Whats Nearby Within Jalan Padang Golf 9. Jalan Padang Golf Kel. Halim Perdanakusuma, MakasarKota Jakarta Timur 13510 Zone Makasar Jakarta dan Jalan di Makasar Jakarta Whats Nearby Within Jalan Padang Golf 10. Jalan Padang Golf Kel. Halim Perdanakusuma, MakasarKota Jakarta Timur 13510 Zone Makasar Jakarta dan Jalan di Makasar Jakarta Whats Nearby Within Jalan Padang Golf 11. Jalan Padang Golf Kel. Halim Perdanakusuma, MakasarKota Jakarta Timur 13510 Zone Makasar Jakarta dan Jalan di Makasar Jakarta Whats Nearby Within Jalan Padang Golf 12. Jalan Padang Golf Kel. Halim Perdanakusuma, MakasarKota Jakarta Timur 13510 Zone Makasar Jakarta dan Jalan di Makasar Jakarta Whats Nearby Within Jalan Padang Golf 13. Jalan Padang Golf Kel. Pinang Ranti, MakasarKota Jakarta Timur 13560 Zone Makasar Jakarta dan Jalan di Makasar Jakarta Whats Nearby Within Jalan Padang Golf 14. Jalan Padang Golf Kel. Halim Perdanakusuma, MakasarKota Jakarta Timur 13510 Zone Makasar Jakarta dan Jalan di Makasar Jakarta Whats Nearby Within Jalan Padang Golf 15. Jalan Padang Golf Kel. Halim Perdanakusuma, MakasarKota Jakarta Timur 13510 Zone Makasar Jakarta dan Jalan di Makasar Jakarta Whats Nearby Within Jalan Padang Golf
Officierskampement te Padang Foto kitlv – Bila berbicara mengenai nama jalan yang ada di kota Padang, mayoritas jalan yang ada saat ini menggunakan nama pahlawan atau pejuang kemerdekaan. Penggunaan nama jalan dengan nama pahlawan tersebut digunakan sebagai penghormatan terhadap jasa-jasa pahlawan pada masa perjuangan. Namun tahukan anda mengenai nama-nama jalan yang pertama kali ada di Padang pada zaman kolonial Belanda Berdasarkan catatan sejarah zaman kolonial, hanya ada dua wilayah di masa itu yang menggunakan nama untuk jalan sebagai penanda sebuah lokasi, daerah tersebut adalah Kota Djakarta dan Kota Padang. Sejarah Kota Padang tidak terlepas dari peranannya sebagai kawasan rantau Minangkabau, yang berawal dari perkampungan nelayan di muara Batang Arau lalu berkembang menjadi bandar pelabuhan yang ramai setelah masuknya Belanda di bawah bendera Vereenigde Oostindische Compagnie VOC. Kota Padang pun lalu berkembang menjadi salah satu kota industri,ekonomi, dan perdagangan yang menjadi primadona bagi pedagang asing yang datang sejumlah negara. Hari jadi kota Padang ditetapkan pada 7 Agustus 1669, yang merupakan hari terjadinya pergolakan masyarakat Pauh dan Koto Tangah melawan hegemoni dan monopoli VOC. Pada awalnya, di kota Padang hanya terdapat tiga nama jalan yakni Nipah Laan Jalan Nipah, Djati Laan Jalan Jati dan Hospital Weg Jalan Hospital/Rumah Sakit. Jalan-jalan ini menghubungkan sejumlah kampung yang ada. Hal ini berdasarkan peta kota Padang tahun 1879. Pada saat itu, ruas-ruas jalan lainnya yang telah ada belum diberi nama atau belum memiliki nama. Sebagai pengenal jalan-jalan yang ada tadi menggunakan nama kampung atau wilayah yang dilintasinya. Ada pun nama-nama kampung yang berada di Padang berdasarkan catatan poestakadepok, adalah Kampong Berok, Kampong Sablah, Kampong Djawa, dan Kampong Oedjoeng Pandang. Nama-nama area adalah Zeestrand, Goeroeng, Poelo Karam, Pasar Ambatjang, Pondok, Pasar Gadang, Alang Lawas, Hiligoo, Pingir Kollang, Olo, Belantong, Kandang, Dammar, Poeroes dan Rimbo Kloeang. Jalan-jalan yang ada di kota Padang bertambah pada tahun 1915. Kala itu selain tiga nama jalan yang disebutkan sebelumnya, kemudian bertambah Chinese Kerk Straat, Belakang Pondok Weg, Oude Cantine Weg, Oedjoeng Bandar Straat, Prins Straat, Nieuwe Weg, Zee Straat, Kerk Straat, Strand Weg, Wilhelmina Straat, School Straat, Societeits Weg, Djawa Dalam Straat, Slinger Laan, Paper Laan, Willem III Straat, Depot Weg, Van Bosse Straat, Benteng Weg dan Justitie Laan. Ruas-ruas jalan yang ada di dalam kampong/area meski tidak secara tegas disebut nama jalan, tetapi nama-nama jalan diidentifikasi seseuai nama kampong/area, yakni Kampong Baharoe, Tarandam, Kampong Djawa, Pasar Djawa, Sawahan, Moearo, Poelau Karam, Pondok, Tapi Pasang, Goeroen, Goeroen Ketjil, Oedjoeng Goeroen Parak Karambiel, Balakang Tangsi, Alang Lawas, Ganting, Olo, Belakang Olo, Damar, Balantoeng, Balantorng Ketjil, Poeroes, Pasar Ambatjang, Hiligoo, Kandang, Kampong Sebelah, Pasar Oedik, Pasar Hilir, Batipoe, Pasar Borong, Pasar Kodja dan Greve Kade. Nama-nama jalan tersebut tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan peta Kota Padang 1945. Peta ini sesungguhnya adalah peta yang direproduksi dari peta Kota Padang 1915 untuk kebutuhan perang oleh Sekutu. Oleh karenanya, peta Kota Padang yang mengidentifikasi nama jalan sejauh ini hanya peta tahun 1879 dan peta 1915. Pada saat kemerdekan Republik Indonesia, nama-nama jalan di Padang yang berbau Belanda maupun Jepang diganti dengan menggunakan nama-nama Indonesia, khususnya nama para pahlawan. Penamaan baru untuk nama jalan-jalan ini selain terjadi di Padang juga terjadi di Jakarta, Medan, Bandung, Bogor, dan Depok. Berapa perubahan nama jalan yang ada di Padang adalah Benteng Weg dan Societeits Weg menjadi Jalan Bagindo Azis Chan, Kerkstraat Jalan Wolter Monginsidi, Prins Straat Jalan Gereja, Wilhelmina Straat Jalan Diponegoro, Van Bosse Straat Jalan Pattimura, Oude Cantine Weg Jalan Karya. Selain itu School Straat berganti menjadi Jalan Bundo Kandung, Peper Laan Jalan Raden Saleh, Justitie Laan Jalan Pancasila, Slinger Laan Jalan RE Ratulangi, Hospital Weg Jalan Proklamasi, Greve Kade Jalan Batang Arau dan Strand Weg Jalan Samudra. Selain itu pemerintah mengubah nama jalan lokal seperti Alang Lawas menjadi Jalan M. Yamin dan Jalan MH. Thamrin, Goeroen menjadi Jalan Hayam Wuruk, Kandang Jalan H. Agus Salim, Belantoeng Jalan Sudirman. Djati laan Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Teuku Umar dan Pasar Djawa Jalan Pasar Raya. Sementara nama-nama jalan lokal yang tetap dipertahankan seperti Jalan Pondok, Jalan Pulau Karam, Jalan Muara, Jalan Hiligoo, Jalan Damar dan Jalan Nipah. Nama jalan tersebut masih bertahan hingga saat ini.
PADANG – Ada anekdot yang cukup menggelitik. Penyanyi Ayu Tingting yang hidup di era milenial justru dianggap gagap teknologi gaptek. Terbukti dalam lagunya, ia tak mampu menemukan alamat pacarnya. Dirinya merasa tertipu dengan “Alamat Palsu”. Padahal saat ini sudah ada aplikasi pencari alamat di handphone yang disebut Google Maps’. Mencari alamat kini teramat mudah. Tidak perlu bertanya ke sana ke mari. Hanya dengan membuka handphone berbasis android, semua beres. Google Maps kini membuat semua bisa dijelajah. Mencari alamat rumah teman, kantor, rumah makan, semua dapat ditemui dengan aplikasi ini. Rasa-rasa dunia sudah di genggaman. Google Maps memang pintar. Cukup dengan mengetikkan alamat yang akan dituju, semua akan tercari dengan sendirinya. Terpampang jelas jarak tempuh dan letaknya. Tak heran jika kini ojek online ataupun kendaraan daring lainnya sangat bergantung kepada aplikasi ini. Padang merupakan kota yang terbilang padat penduduk. Pemukiman padat berada di arah Barat, Selatan dan Timur. Terlebih sejak terjadinya gempa besar yang melanda Padang pada 2009 silam, daerah timur semakin padat. Apalagi penduduk banyak meninggalkan daerah pesisir karena isu tsunami. Tak heran jika bermunculan kompleks perumahan baru di kawasan itu. Sawah yang dulu hijau kini berubah menjadi batu. Rumah baru berdiri di atasnya. Seiring menjamurnya kompleks perumahan, dengan sendirinya semakin banyak pula jalan, gang maupun lorong. Nama tiap jalan pun bermacam. Mulai dari nama kota di Indonesia, nama buah, nama bunga, dan sebagainya. Tetapi dari sekian banyak nama jalan, ada satu nama jalan yang terbilang unik dan menarik. Yakni jalan Tinju. Jalan ini terdapat di kawasan Anak Aie, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah. Tepatnya dekat Puskesmas Anak Aie. Mendengar nama jalan Tinju, mungkin kita akan bergidik juga. Takut dan was-was saat memasuki jalan ini. Yang terbayang dalam pikiran kita tentu bisa jadi penduduk di jalan ini petinju semua. Serta berbagai persepsi lain. Usut punya usut, rupanya penduduk jalan Tinju bukan seperti yang dipersepsikan sebelumnya. Penduduk di kawasan ini hidup dari berbagai latar belakang kehidupan. “Namanya saja jalan Tinju,” jelas seorang warga yang tinggal di jalan itu. Sebenarnya cukup banyak nama jalan yang unik di Kota Padang. Bermacam namanya. Tetapi semua nama jalan yang unik itu dianggap lazim. Namun begitu, Padang tetap kota yang unik. Tidak saja pariwisata dan budayanya, tetapi juga nama jalannya.Charlie Ch. Legi